DinastiNews.my.id | Aceh Tengah , Pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahap III yang dilaksanakan di wilayah Kodim 0106/Aceh Tengah terus menunjukkan perkembangan. Hingga Kamis (30/4/2026), progres pekerjaan telah mencapai 20,1 persen.
Proyek jembatan yang berlokasi di Desa Reje Payung, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah ini menjadi salah satu upaya strategis dalam meningkatkan akses transportasi masyarakat di wilayah tersebut. Jembatan dengan panjang 110 meter dan lebar 1,2 meter ini dirancang memiliki kapasitas tonase hingga 1 ton.
Pembangunan dimulai sejak 6 April 2026 dengan total anggaran sebesar Rp424 juta lebih. Jembatan ini nantinya akan menghubungkan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Desa Reje Payung sebanyak 335 jiwa (97 KK) serta Desa Jamat dengan jumlah 410 jiwa (131 KK).
Dalam pelaksanaannya, pembangunan melibatkan personel gabungan yang terdiri dari Koramil 05/Linge sebanyak 5 orang, Yon TP 854/DK sebanyak 25 personel, serta dukungan asistensi Zidam IM dan partisipasi aktif sekitar 20 warga setempat.
Sejumlah tahapan pekerjaan telah rampung sepenuhnya, di antaranya pembersihan lokasi, penggalian dan pengecoran pondasi (abutmen) A1 dan B1, serta sebagian pekerjaan pondasi A2 dan B2. Saat ini, progres pengecoran abutmen A2 dan B2 masih terus berlangsung, dengan capaian masing-masing sekitar 65 persen dan 90 persen pada tahap perancah.
Sementara itu, pekerjaan lanjutan seperti pemasangan pylon, sling utama, rangka dan lantai jembatan, hingga tahap finishing masih belum dimulai.
Pada hari pelaksanaan, kondisi cuaca terpantau cerah sejak pagi hingga siang hari, meski pada sore hari berubah menjadi mendung. Secara umum, situasi di lokasi pembangunan dilaporkan aman dan kondusif tanpa adanya kendala menonjol.
Kegiatan yang dilaksanakan hari ini difokuskan pada pengecoran bagian B2, sedangkan untuk rencana pekerjaan esok hari akan dilanjutkan dengan pengecoran pada bagian A2.
Dengan keterlibatan aktif TNI dan masyarakat, pembangunan jembatan ini diharapkan dapat segera rampung dan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan mobilitas serta perekonomian warga di wilayah pedalaman Aceh Tengah.
Demikian laporan perkembangan pembangunan yang disampaikan sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan di lapangan.














