Pengamat: Kehadiran Wali Kota Hingga Embarkasi Batam Wujud Kepemimpinan yang Melayani!

Pengamat: Kehadiran Wali Kota Hingga Embarkasi Batam Wujud Kepemimpinan yang Melayani!

Dinastinews – PONTIANAK – Pengamat kebijakan publik, Dr. Herman HOFI Munawar, menilai langkah Wali Kota Pontianak yang mengantarkan langsung jemaah haji hingga ke Embarkasi Batam merupakan bentuk nyata kepemimpinan yang melayani masyarakat secara menyeluruh.

Menurutnya, kehadiran fisik seorang kepala daerah di titik keberangkatan internasional bukan sekadar menjalankan tugas administratif, melainkan menghadirkan dukungan moral dan psikologis bagi para jemaah haji asal Kota Pontianak.

“Langkah Wali Kota Pontianak mengantarkan langsung jemaah haji hingga ke Embarkasi Batam bukan sekadar menjalankan kewajiban administratif, melainkan manifestasi nyata dari kepemimpinan yang melayani. Kehadiran fisik seorang pemimpin di titik keberangkatan internasional tersebut memberikan dampak psikologis dan suntikan moral yang luar biasa bagi para jemaah,” ungkap Herman kepada media, Kamis (7/5/2026).

Ia menilai, dengan jumlah jemaah yang mencapai lebih dari seribu orang, proses pemberangkatan tentu memerlukan koordinasi logistik, pelayanan, dan keamanan yang matang. Dalam situasi tersebut, kehadiran langsung Wali Kota di lapangan menjadi bentuk pengawasan sekaligus jaminan bahwa seluruh proses berjalan sesuai standar pelayanan yang telah ditetapkan.

“Dengan jumlah jemaah seribu orang lebih, koordinasi logistik dan keamanan tentu menjadi tantangan besar. Kehadiran Wali Kota di lapangan memastikan standar pelayanan tetap terjaga dan seluruh fasilitas mulai dari Pontianak hingga Batam beroperasi sesuai rencana. Hal ini memberikan rasa tenang bagi jemaah; sebuah penegasan bahwa Pemerintah Kota Pontianak hadir dan bertanggung jawab penuh atas keselamatan serta kenyamanan warganya dalam perjalanan spiritual ini,” jelasnya.

Herman juga menilai keputusan Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, untuk mendampingi jemaah hingga ke embarkasi menunjukkan bentuk tanggung jawab menyeluruh terhadap masyarakatnya.

Menurutnya, para jemaah tidak hanya dilepas dalam seremoni keberangkatan di daerah asal, tetapi juga dipastikan memperoleh pendampingan hingga memasuki tahapan penerbangan internasional menuju Tanah Suci.

“Keputusan untuk mendampingi hingga ke Batam membuktikan bahwa warga tidak ‘dilepas’ begitu saja usai seremoni di daerah asal. Inilah bentuk tanggung jawab tuntas atau end-to-end responsibility yang memperlihatkan kedekatan emosional antara pemimpin dan rakyatnya,” katanya.

Ia menambahkan, pengawalan langsung oleh kepala daerah juga memiliki makna simbolik yang kuat, baik bagi otoritas embarkasi maupun pihak penyelenggara haji di Arab Saudi.

“Sebagai duta bangsa, khususnya duta dari Kota Pontianak, pengawalan langsung oleh Wali Kota Edi Rusdi Kamtono mengirimkan pesan kuat kepada otoritas di Embarkasi Batam maupun di Arab Saudi bahwa jemaah asal Pontianak mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerahnya,” tambah Herman.

Di tengah kondisi cuaca yang dinamis dan tantangan perjalanan jarak jauh, Herman menilai koordinasi pelayanan kesehatan dan kesiapan tim medis daerah menjadi aspek penting yang patut mendapatkan perhatian serius.

Ia berharap pelayanan tersebut sejalan dengan kualitas bimbingan manasik haji yang sebelumnya telah diberikan kepada para calon jemaah.

“Upaya luar biasa ini diharapkan selaras dengan kualitas bimbingan manasik yang telah diberikan sebelumnya. Pada akhirnya, pemimpin yang melayani adalah mereka yang bersedia hadir di titik-titik krusial bagi rakyatnya,” ujarnya.

Menurut Herman, mengantar jemaah hingga embarkasi bukan sekadar tindakan simbolis, melainkan bentuk penghormatan terhadap perjalanan spiritual masyarakat yang hendak menunaikan ibadah haji.

“Mengantar hingga embarkasi bukan sekadar simbolis, melainkan bentuk penghormatan tertinggi terhadap niat suci warga untuk beribadah,” pungkasnya.

Ia pun mendoakan seluruh jemaah haji asal Kota Pontianak dan Indonesia secara umum dapat menjalankan ibadah dengan lancar serta kembali ke tanah air dengan selamat.

“Semoga seluruh jemaah haji Kota Pontianak tahun 2026, dan jemaah haji Indonesia pada umumnya, menjadi haji yang mabrur serta kembali ke tanah air dengan selamat dan penuh berkah,” tutupnya.

Team/Red

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *