BANGKO – Bupati Merangin, M. Syukur tersenyum sumringah kala menyambut kedatangan Anggota Komisi V DPR-RI, H. Bakri, Selasa (28/04).
H. Bakri tak datang seorang diri. Ia membawa rombongan besar pejabat teknis kementerian yang dijuluki sebagai “penguasa” infrastruktur Jambi ke Aula Rumah Dinas Bupati.
Dalam rombongan tersebut, hadir para petinggi balai yang mengelola anggaran triliunan rupiah di Provinsi Jambi, mulai dari urusan jalan nasional, irigasi, cipta karya, hingga perumahan.
Secara khusus H. Bakri memperkenalkan jajaran pejabat kementerian yang Ia ibaratkan sebagai “Kunci Inggris” karena kemampuannya menangani berbagai persoalan sekaligus.
Dibidang jalan dan jembatan, H. Bakri menghadirkan Pinta Banua Raja Sitanggang selaku Kepala Subdirektorat Wilayah 1B Bina Marga dan Bapak Desy selaku Kepala Balai Jalan untuk mengkaji usulan Inpres Jalan Daerah.
Di Bidang Pengairan, hadir Bapak Joni yang disiagakan untuk urusan Irigasi dan pembangunan Turap (P3-TGAI).
Dibidang Cipta Karya, ada Bapak Rusli yang membidangi masalah air bersih, sanitasi, hingga penataan taman kota.
Dibidang Proyek Strategis Nasional, hadir pula Satuan Kerja (Satker) strategis yang menangani pembangunan sekolah rakyat, madrasah, fasilitas olahraga, hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dibidang Perhubungan & Perumahan, ada Bapak Benny (BPTD) untuk urusan lampu jalan dan terminal, serta perwakilan PKP untuk program Bedah Rumah (BSPS).
Bupati Merangin, M. Syukur, dalam sambutannya benar-benar memanfaatkan momen dengan memaparkan kondisi infrastruktur yang cukup memprihatinkan.
Kata Bupati M. Syukur, dari 1.100 kilometer lebih jalan kabupaten, tercatat baru sekitar 40 persen yang masuk kategori mantap, sementara sisanya mengalami rusak berat dan ringan.
“Selama setahun terakhir, di tengah efisiensi anggaran 2025, kami berhasil membangun 18 kilometer jalan. Ini meningkat dibanding tahun sebelumnya. Namun, untuk menangani luas wilayah Merangin, kami sangat membutuhkan intervensi pusat melalui dana Inpres Jalan Daerah,” ujar M. Syukur yang juga menyampaikan proses pengalihan status jalur tiga menjadi jalur dua untuk mengurai kepadatan lalu lintas dan estetika kota.
“DED (Detailed Engineering Design) sudah kami selesaikan. Jalan kabupaten di sisi kiri-kanan akan kami hibahkan ke nasional agar tatanan kota lebih rapi dan menjadi pusat ekonomi baru di wilayah barat Jambi,” tambahnya.
Menanggapi aspirasi tersebut, H. Bakri secara khusus memperkenalkan jajaran teknis yang ia bawa agar bisa langsung berkoordinasi dengan Pemkab Merangin.
“Saya bawa lengkap, ada Pak Joni untuk irigasi dan turap, Pak Rusli dari Cipta Karya untuk air bersih dan taman, hingga tim dari PKP untuk bedah rumah. Saya sengaja minta mereka duduk di dekat Pak Bupati supaya urusan selesai di sini, tidak perlu lagi mengejar-ngejar sampai ke Jakarta,” tegas H. Bakri dihadapan para Kepala OPD.
H. Bakri juga mengingatkan pentingnya kesiapan administrasi daerah. Menurutnya, anggaran APBN memiliki kriteria yang sangat ketat dan kaku dalam hal perencanaan.
“Saya akan gunakan hak budgeting saya di Jakarta untuk mengawal usulan Merangin. Namun, saya minta Pak Sekda dan Kepala Bappeda pastikan administrasinya tuntas di tingkat balai Jambi. Jangan sampai saat saya bertemu Menteri, alasannya perencanaan belum siap,” imbuhnya.
Selain infrastruktur jalan, kunjungan ini juga memastikan keberlanjutan proyek strategis lainnya di Merangin seperti pembangunan Sekolah Rakyat di Tanjung Lamin dengan anggaran mendekati Rp200 miliar.
Ada pula kegiatan optimalisasi Irigasi Pertanian melalui Balai SDA untuk menyelamatkan lahan persawahan, Penerangan Jalan dan Fasilitas Terminal melalui jajaran perhubungan serta Pembangunan Gudang Bulog baru untuk ketahanan pangan. (Kominfo)














