Dinastinews.com. Satgaswil Jambi Densus 88 Anti Teror Polri laksanakan Sosialisasi Pencegahan/antisipasi terjadinya tindakan tindakan menyimpang dari tujuan berakibat terjadinya interaksi negatif menyesatkan di tengah masyarakat dan di lembaga pendidikan. Pada kesempatan ini Satgaswil Jambi Densus 88 Anti Teror Polri Sosialisasi laksanakan kegiatan pada Jumat 10 Oktober 2025 pukul 07.15 wib bertempat di MAN 2 Kota Jambi.
Sebanyak 1.350 Siswa-Siswi MAN 2 Kota Jambi mendapat Edukasi dari Densus 88 AT Polri untuk mencegah penyebaran paham Intoleran dan Radikal Terorisme yang masif melalui Medsos dan Game Online
Pada Sosialisasi pencegahan terorisme di MAN 2 Kota Jambi bertujuan memberikan pemahaman kepada siswa mengenai bahaya paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme dan terorisme (IRET) serta pentingnya menjaga wawasan kebangsaan dan nilai-nilai Pancasila.
Dikatakan Sudiro, Generasi saat ini tumbuh dan berkembang selaras berpacu dengan kemajuan teknologi serta lebih mudah menerima informasi bersifat menyesatkan dan apabila tidak diawasi, paham-paham IRET ini dapat lebih mudah masuk dan dianggap sebagai kebenaran.
Waspadai beberapa Aplikasi kata Sudiro, beberapa GAME yang dapat mempengaruhi pola pikir menjadi Radikal dan tidak mampu mengontrol diri terlibat dalam Game sehingga secara Psikologis Pengguna akan terhasut dan memulai petualangan halusisnasinya diawali dunia permainan dan berniat mempraktekkannya di tengah masyarakat. Ini patut kita waspadai, ujar pria berpangkat Ajun Komisaris Polisi ini.
Sudah bukan asing lagi di dengar dewasa ini dimana Paham paham intoleransi, radikalisme, ekstrimisme, dan terorisme (IRET), ayo pahami dan jauhi indikasi negatif bila terdapat indikasi indikasi disekitar kita. Kata Sudiro.
Kita mengakui adanya beberapa potensi kasus-kasus terorisme di Provinsi Jambi dan adanya Eks Napiter terpantau sehingga perlunya kita mawas diri dan waspada dalam menangkal penyebaran paham terorisme.
Ayo rawat 4 pilar Bangsa yakni Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI agar lebih kokoh serta tidak mudah terpecah belah oleh kelompok Radikal.
Di Provinsi Jambi di ketahui beberapa aliran keagamaan dan tidak hanya agama tertentu namun juga aliran lain yang mengatasnamakan agama yang harus diwaspadai baik dalam mencari ilmu Agama maupun bergaul di masyarakat, maka waspadai bila adanya indikasi indikasi menyesatkan berkembang di tengah masyarakat.
Sebagaimana kita ketahui, kata Sudiro, Terorisme tidak hanya merujuk pada satu Agama namun semua agama dapat menjadi pintu masuknya paham terorisme dan ditegaskan pula ” Terorisme sama sekali tidak ada hubungan dengan agama “, agama sebagai korban yang tidak bersalah dan dalam beberapa hal bahkan tidak relevan.
Guna menutup celah celah potensi dari timbulnya hal hal terkait terorisme, Satgaswil Jambi Densus 88 Anti Teror Polri Mengajak para tenaga pengajar dan peserta didik untuk menjadi agen Pencegahan paham IRET di sekolah. Harapannya, pemangku kebijakan di sekolah dapat berperan aktif melakukan pembinaan untuk mencegah potensi paham radikalisme mempengaruhi lingkungan pendidikan. Tutup Sudiro
Hbl














