PT. Golrytama Menjadi Sorotan Publik, Diduga Kuat Limbah Sawit Diangkut Tanpa Standar Keamanan Yang Layak
Dinastinews.com – Sekadau (KALBAR)’05/05/2025
Aktivitas pengelolaan limbah di dalam area pabrik kelapa sawit milik PT Golrytama Agro Industri (GAI) di Kabupaten Sekadau menjadi sorotan publik. Investigasi awak media di lapangan menemukan sejumlah kejanggalan dalam pengelolaan limbah jenis minyak kotor (miko) yang mengandung asam tinggi.
Berdasarkan temuan di lapangan, alat penyedot limbah dari kolam penampungan dioperasikan di wilayah PT KSP yang bekerja sama dengan PT GAI. Namun, perusahaan pelaksana diduga tidak memiliki standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang memadai.
Hal ini menimbulkan kekhawatiran atas potensi bahaya terhadap pekerja serta dampak lingkungan dari pengangkutan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) yang tidak sesuai prosedur.
Limbah miko yang berasal dari sisa pengolahan CPO di kolam tiga diketahui sangat berbahaya. Jika tidak ditangani dengan tepat, limbah ini dapat mencemari air, tanah, dan udara serta memicu gangguan kesehatan bagi warga sekitar. Ironisnya, proses pengangkutan miko dari pabrik ke luar daerah seperti Pontianak disebut menggunakan mobil tangki tidak standar, yang memperbesar risiko pencemaran di sepanjang jalur distribusi.
Peraturan pemerintah sebenarnya sudah melarang pengolahan miko di luar area pabrik. Miko yang masih bercampur dengan CPO seharusnya diolah di sekitar lokasi industri, bukan dibawa keluar daerah.
Seorang warga yang tinggal dekat lokasi mengatakan, “Memang ada kontrak antara PT KSP dengan PT GAI untuk menangani limbah B3 dari pabrik sawit, volume kontraknya sekitar 500 ton. Tapi soal SOP, kami melihat ada indikasi over SPK. Sekarang direktur PT GAI pun sudah berganti, dan kami tidak tahu kelanjutannya.”
Sampai berita ini diturunkan, awak media telah mencoba menghubungi pihak manajemen PT KSP namun belum mendapat tanggapan resmi.
Melangga Arista & Agus Prasetyo / TIMRED [*]













