Caption Poto:Terhimpit Dua Sungai, Warga Rancawiru-Sukamekarsari Pertanyakan Jalan Poros Desa ke Rancagarut Sanghyangtanjung Tak Kunjung di Bangun.
Dinastinews.my.id||LEBAK– Warga Kampung Rancawiru, Desa Sukamekarsari, Kecamatan Kalanganyar, mempertanyakan kelanjutan pembangunan jalan poros desa yang menghubungkan Desa Sukamekarsari dengan Desa Sangiangtanjung. Tepatnya, ruas Rancawiru menuju Kampung Rancagarut hingga kini belum tersambung.
Padahal, jalan poros tersebut dinilai vital bagi warga di dua kampung. Jika dibangun, akses menuju Kota Rangkasbitung jadi lebih dekat tanpa harus memutar jauh. “Sekarang muternya kejauhan. Kalau jalan ini tembus, hemat waktu dan BBM,” kata Jajang, warga Rancawiru, Minggu 26/04/2026.
Kondisi geografis membuat jalan ini makin mendesak. Kampung Rancagarut dan Rancawiru terhimpit dua sungai besar: Sungai Ciberang dan Sungai Cisimeut. Saat musim hujan, warga kesulitan mobilisasi hasil tani.
“Mayoritas kami petani dan pedagang. Kalau jalan poros nyambung, bawa gabah, pisang, singkong ke pasar Rangkasbitung lebih gampang. Ekonomi pasti lancar,” ujar warga lainnya yang enggan disebutkan namanya.
Warga berharap Pemkab Lebak dan Pemdes Sukamekarsari segera merealisasikan penyambungan jalan poros tersebut. Selain memangkas jarak tempuh, jalan itu diyakini membuka isolasi dan mendongkrak harga komoditas pertanian.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Sukamekarsari belum berhasil dikonfirmasi terkait rencana dan anggaran penyambungan jalan poros Rancawiru–Rancagarut. Upaya konfirmasi ke Dinas PUPR Lebak juga masih dilakukan.
Camat Kalanganyar diimbau turun tangan memfasilitasi musyawarah dua desa agar pembangunan jalan poros ini masuk prioritas Musrenbang 2027.














